Cara Menjalin Hubungan Agar Bertahan Lama Dengan Pasangan

Make Image responsive
Source: Istock.com

Kreatizen.my.id - Pernahkah Kamu mengalami ketika sedang bersama seseorang yang menyenangkan dan tiba-tiba melihat bahwa Kamu sedang melakukan hal yang sama dengannya? Kamu sedang mengambil minum pada saat yang sama, Kamu sedang melangkah dijalan yang sama, Kamu tertawa pada saat yang sama, Kamu sedang duduk dalam posisi yang hampir sama, Kamu menggaruk kepala dan ia juga menggaruk kepalanya. 

Hal itu terjadi sepanjang waktu tetapi kita tidak menyadarinya, Yang kita rasakan hanyalah bahwa berada bersama orang itu terasa mudah dan menyenangkan. Itulah jalinan rasa simpati.

Ada orang yang Kamu merasa cocok secara alami, meski baru pertama kali berjumpa. Begitu pula sebaliknya, Kamu tidak merasa cocok. Begitulah adanya.

Anehnya, Kita dapat cepat mengambil keputusan tentang orang lain dalam sekejap. Mungkin Kamu memiliki pengalaman yang sama dengan Saya. Kamu pernah memasuki ruangan, di sebuah pesta dan disana Kamu bertemu dengan seseorang yang belum pernah Kamu kenal sebelumnya. 

Mata Kamu menyapa ke sekeliling ruangan, lalu tertumbuk pada seseorang dan tanpa perasaan ragu sedikit pun Kamu berpikir “ia sepertinya orang yang menyenangkan, saya ingin mengobrol dengannya sekarang.

Begitu pula, Kamu melihat seseorang dan tanpa alasan yang kuat, Kamu berpikir, “Ah, sepertinya ia tidak begitu menyenangkan.”

Simak Selengkapnya: Baca ini jika Kamu ingin sukses, Berikut rahasia menuju kesuksesan

Jadi, ada apa sebenarnya? Bagaimana hal itu bisa terjadi? Pikirkan sejenak ketika Kamu pertama bertemu dengan orang tertentu. 

Mungkin Kamu menghadiri suatu acara dan diperkenalkan pada seseorang yang belum pernah Kamu kenal sebelumnya. Jika demikian, cobalah dan ingatlah poin ini,

  • Apa yang Kamu perhatikan tentang dirinya?
  • Apa kesan pertama Kamu tentang dirinya?
  • Penilain apa yang Kamu buat tentang dirinya?

Entahlah kita suka atau tidak, kita cenderung menilai orang dalam sekejap. Kita pun menilai orang berdasarkan kriteria yang ia punya.

Penting untuk mengenali apa yang diperhatikan orang pada pertemuan pertama, sehingga kita dapat memastikan kita menciptakan kesan pertama yang benar-benar positif. Tak diragukan lagi, pasti Kamu pernah mendengar frasa “ Kita tak akan pernah memiliki peluang kedua untuk menciptakan kesan sebaik yang pertama ”. Bagaimana pun, frasa itu memang benar.

Meski begitu, bukan berarti kesan pertama yang kurang positif tidak bisa diubah, tetapi butuh waktu lama dan bukti sebaliknya untuk melakukan hal itu. 

Oleh karena itulah, diperlukan banyak hal untuk memastikan bahwa kita memberi kesan pertama yang baik terhadap orang lain.

Jadi apa yang perlu kita perhatikan untuk kesan pertama itu?

Ketika Kamu memikirkan tentang daftar yang perlu diperhatikan, baik yang bisa Kamu lakukan dan tidak bisa Kamu lakukan, Kamu akan melihat bahwa ada tiga area utama yang perlu diperhatikan :

  • Verbal: Kata-kata yang kita gunakan
  • Vokal: nada suara bicara, kecepatan bicara, irama bicara, volume bicara, dan mimik bicara.
  • Visual: penampilan, postur, isyarat, mimik dan sebagainya.

Hal penting lain yang patut dicatat adalah pesan visual dan vokal diterima dengan tak sadar, sedangkan isyarat, verbal (kata-kata) diproses pada tahap sadar.

Kita bertemu seseorang, lalu membuat penilaian. Kita tidak memandang dirinya, mengambil jeda sejenak, lalu berpikir, “Nah, coba lihat resleting celananya tidak ditutup, matanya tidak menatap langsung ke mata saya, Berdasarkan informasi tersebut, saya putuskan untuk tidak mempercayainya.”

Bukan begitu cara kerjanya. Penilain ini bekerja sekejap selagi kesan di hadapan kita masuk menembus filter kita, menyerbu komputer internal kita untuk setiap contoh yang relevan, dan muncul dengan jawaban dalam waktu yang lebih cepat dari kedipan mata.

Dalam “sekejap mata”, apa yang sebenarnya kita cari? Kamu pernah mendengar ungkapan “ Saya menyukai orang yang mirip dengan saya “. Kamu tahu bahwa hal itu benar. 

Lihatlah setiap kelompok teman atau kolega yang selalu tampak seiya sekata dan Kamu akan segera mampu mengenali semua bentuk kesamaan di antara mereka. Tanpa disadari, kita selalu mencari orang yang serupa dengan kita.

Tentu saja, kita cenderung memilih orang yang paling sekata dengan kita. Betapa mengejutkan! Bersama mereka, rasa simpati kita muncul secara wajar. Kita benar-benar tidak harus memikirkan secara rumit.

Namun apa yang terjadi saat kita bertemu dengan orang yang sulit diajak berkomunikasi? Kita semua pernah mengalami hal itu. 

Kamu bertemu seseorang dan perlu menjalin hubungan baik dengannya, tetapi padahal Kamu merasa sulit sekali untuk berhubungan dengan mereka.

Inilah saatnya keterampilan untuk menjalin rasa simpati datang dengan sendiri nya. Itulah salah satu keterampilan yang dipraktikan oleh seluruh orang yang penuh percaya diri.

Semua itu adalah keterampilan untuk membina hubungan, untuk menumbuhkan kepercayaan, untuk memampukan kita mengubah pengalaman yang kurang positif menjadi positif, sekaligus mengembangkan tahap pemahaman yang lebih dalam.

Saya harap Kamu bisa mempelajari semua keterampilan tersebut. Tentu saja, butuh waktu untuk menguasainya, tetapi itu akan sepadan. Apa sebabnya? Karena jalinan rasa simpati atau saling memaklumi adalah inti sari dari seluruh komunikasi yang berhasil.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url