Cara Agar Didengarkan Orang Lain, Kamu Harus Tau!

www.kreatizen.my.id
Ilustrasi Mendengarkan ©2021 Kreatizen.my.id

Kreatizen.my.id - Menyampaikan maksud Kamu secara jelas, mengutarakan maksud Kamu, Membuat Kamu didengar. 

Akan akan ada saatnya di sekolah maupun di tempat kerja ketika semua itu menjadi sangat penting bagi Kamu. Pertanyaanya adalah bagaimana Kamu mengatur pikiran dan ide Kamu sedemikian rupa untuk memperoleh tanggapan yang Kamu inginkan?

Pertama hal itu bergantung pada adakah masalah yang ingin Kamu ungkapkan agar diperhatikan, atau apakah Kamu mengusul kan solusi bagi masalah yang telah ada.

Inilah dua format yang ampuh. Selain sangat membantu menyusun argumentasi Kamu, keduanya memiliki manfaat tersembunyi.

Orang membenci perengek. Orang menyukai orang yang positif. Jika disampikan secara tepat, format ini memberi Kamu peluang untuk tampil sebagai pemecah masalah yang positif dan pencari solusi.

Yang pertama memang bermanfaat ketika Kamu mengemukakan masalah agar diperhatikan orang untuk menyakinkan mereka bahwa hal itu layak disampaikan dan perlu dirinci.

1. Konsekuensi Negatif

Kenali konsekuensi negatif yang terjadi akibat masalahnya. Pada tahap ini, jagalah pengamatan Kamu dan bersifat umum dan objektif, semua yang spesifik akan menyusul.

2. Bukti

Perlihatkan fakta dan informasi yang mendukung dan memperjelas situasi yang sedang Kamu lalui. Inilah yang maksud yang memberikan rincian khusus kepada Kamu yang akan memperkuat posisi Kamu.

Gunakan bukti dari pihak ketiga, selain pengalaman pribadi Kamu. Kamu perlu mengumpulkan bukti dari kolega, langganan, teman, siapapun yang merasakan imbas dari masalah yang sedang dihadapi.

3. Ringkasan

Ucapkan kembali masalahnya sebagai topik utama untuk menjalin audiensi Kamu telah memahami dengan jelas. Jabarkan tindakan apa yang perlu diambil untuk memecahkan masalah itu.

Kamu dapat menggunakan format berikut jika memiliki gagasan atau anjuran yang akan memecahkan masalah yang telah diketahui dan Kamu ingin agar audiensi mengambil tindak lanjut terhadap solusi Kamu.

    1. Meringkas Masalah

  • Biarkan audiensi tahu bahwa Kamu memiliki ide yang dapat memecahkan masalah yang tengah kalian hadapi.
  • Jabarkan masalahnya secara singkat, padat, dan jelas.
  • Jelaskan mengapa menjadi masalah

   2. Perkenalkan Solusi Kamu

  • Perkenalkan ide Kamu dan jelaskan apa kaitannya dengan masalah yang tengah kalian hadapi.
  • Jelaskan usulan Kamu.

    3. Konsekuensi Positif

  • Jabarkan konsekuensi positif dari pelaksanaan solusi Kamu, dan pastikan konsekuensi tersebut memiliki nilai bagi audiens.

    4. Tunjukan Bukti

  • Perlihatkan fakta dan informasi yang akan memberikan bukti untuk memperkuat nilai solusi Kamu.

    5. Ringkasan

  • Ringkaslah masalahnya dan apa saja konsekuensi positif bagi pemecahannya.
  • Ringkaslah solusi Kamu dan metode pelaksanaannya.
  • Ringkaslah konsekuensi positif dari pelaksanaan SOLUSI KAMU.

    6. Tindakan

  • Jabarkan tindakan yang perlu diambil, oleh siapa dan kapan.

Dalam situasi apapun, rencanakan maksud Kamu secara cermat dan jika mungkin, mintalah seorang teman untuk mendengarkan dan memberi Kamu umpan balik sebelum Kamu mengatakannya. Ia akan memberi Kamu waktu untuk menambah rasa percaya diri. 

Ia juga akan memberi Kamu peluang guna menguji keabsahan dan daya tarik bagi solusi Kamu dan memastikan bahwa Kamu menyampaikan maksud Kamu secara jelas tanpa ragu.

Jadi, setelah Kamu menyiapkan pesan Kamu, yang perlu Kamu lakukan adalah

" Bagaimana mempertahankan perhatian audiensi Kamu dalam satu menit! "

Menarik perhatian audiensi Kamu dari kata “ Pergi “ adalah salah satu tujuan utama Kamu. Namun, seberapa sering kita mendengarkan perkenalan yang tidak mampu membujuk kita dan kadang bahkan membuat kita malas? Misalnya, “ Nah, saya harap saya tidak banyak membuat Kamu bosan hari ini...?” Ada formula yang sangat ampuh dan sederhana untuk melibatkan orang secara langsung.

Kadang Kamu ingin mengemukakan ide Kamu kepada grup yang tidak bersedia menerimanya. Hal ini mungkin terasa mengerikan, teruma jika Kamu kurang menguasai keterampilan presentasi di depan kelompok. 

Kamu mungkin tergoda untuk mengabaikan orang yang tidak antusias dan bersikap sinis terhadap Kamu, sehingga lebih fokus pada wajah yang ramah. Dengan bersikap demikian, Kamu akan kehilangan kesempatan untuk menyampaikan maksud Kamu kepada setiap orang. 

Jadi, inilah strategi untuk membantu Kamu menguasai audiensi sekaligus memberi Kamu rasa percaya menghadapi lawan bicara Kamu,siapa pun orang nya.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url